Lewati ke konten utama
Info Kesehatan Rabu, 8 Juli 2026 · 2 dilihat

Kenali HIV/AIDS: Pahami Faktanya, Cegah Penularannya, dan Hentikan Stigma

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 yang berperan melawan infeksi. Apabila tidak mendapatkan pengobatan, infeksi HIV dapat berke...

Kenali HIV/AIDS: Pahami Faktanya, Cegah Penularannya, dan Hentikan Stigma

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 yang berperan melawan infeksi. Apabila tidak mendapatkan pengobatan, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh telah mengalami kerusakan berat sehingga penderitanya lebih rentan terserang berbagai infeksi dan penyakit. Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak semua orang dengan HIV (ODHIV) akan mengalami AIDS. Dengan terapi antiretroviral (ARV) yang dijalani secara rutin, ODHIV dapat tetap hidup sehat dan produktif. Beberapa gejala awal yang dapat muncul antara lain sariawan, radang tenggorokan, ruam kulit, nyeri otot, keringat berlebih pada malam hari, hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Karena gejala tersebut bersifat umum, pemeriksaan HIV di fasilitas kesehatan menjadi langkah penting untuk mengetahui status HIV sejak dini.

HIV hanya dapat ditularkan melalui empat jenis cairan tubuh, yaitu darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak memenuhi standar keamanan, serta dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Sebaliknya, HIV tidak menular melalui berjabat tangan atau bersentuhan, bertukar pakaian, tinggal serumah dengan ODHIV, berbagi makanan dan minuman, menggunakan fasilitas umum yang sama, maupun melalui gigitan nyamuk atau serangga. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHIV, melainkan memberikan dukungan agar mereka dapat menjalani pengobatan dan kehidupan yang berkualitas.

Pencegahan HIV dapat dilakukan melalui pendekatan ABCDE, yaitu Abstinence & Awareness (menghindari hubungan seksual berisiko dan meningkatkan kesadaran melalui skrining), Be Faithful (setia pada satu pasangan), Condom & Circumcision (menggunakan kondom pada hubungan seksual berisiko dan melakukan sirkumsisi bagi laki-laki), no Drugs (menghindari penyalahgunaan narkoba, terutama penggunaan jarum suntik bersama), serta Education (mencari informasi yang benar dan tidak mendiskriminasi ODHIV). Bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan, layanan skrining HIV tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas. Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga menjamin ketersediaan obat ARV secara gratis bagi ODHIV untuk membantu menekan jumlah virus, mengurangi risiko penularan, mencegah infeksi oportunistik, serta meningkatkan kualitas hidup. Mari bersama mencegah HIV sejak dini dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan mengingat pesan penting: “Hindari penyakitnya, bukan orangnya.”

SAPALOKA